21 June 2018

SILATOROHIM AKBAR & HALAL BIHALAL 1439 H

ALHAMDULILLAH segala Puji syukur kehadirat ALLAH SWT,Acara SILATUROHIM AKBAR & HALAL BIHALAL 1439 H
PSB,KBWB,NEW MBC sudah terlaksana dengan lancar dan Sukses.yang diadakan di Mulia Resto Beji,Tulis Batang 18 Juni 2018.
dalam acara HBH ini bertemakan SUCIKAN HATI PERKUAT SILATURAHMI.
Semoga dengan memperkuat tali Silatorohim diantara semua komunitas yang ada diBatang ini Semakin mempererat rasa persaudaraan nya,saling bersinergi guyub rukun mbangun Batang.
Terima kasih Kepada Segenap jajaran Panitia HBH,pengurus dan member serta Donatur dari PSB,KBWB,NEW MBC serta para tamu Undangan yang sudah berpartisipasi dan hadir dalam Acara ini.
Jazakumullaahu Khoiron Katsiron,
Barokallaahu Fiikum wa'alaikunm..


08 June 2018

BUKBER WITH PWB

KELUARGA BESAR WARGA BATANG ( KBWB ) menghadiri undangan Buka puasa bersama dari group Pigura Warga Batang ( PWB ) hari ini Jum'at 08 Juni 2018.
yang bertempat di Gedung Sekretariat PWB PEDULI Jl.Raya Tulis No.30 Batang.
Alhamdulillah.. acara pun berjalan dengan Lancar dan sukses..
Terima kasih kepada group PWB atas undangan Buka Puasa Bersama nya.
Salaam KBWB...
Sekali Saudara sedulur Saklawase...



01 June 2018

TABUR BUNGA DI TMP KADILANGU BATANG

Alhamdulillaah,,, pada hari ini Kamis 31 Mei 2018 jam 20.30,
Keluarga Besar Warga Batang ( KBWB ).menghadiri undangan acara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kadilangu Batang.untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 JUNI 2018.



10 May 2018

SIDAR DAN LOUNCHING GEGANA KABUPATEN BATANG

Minggu 6 Mei 20-18
Keluarga Besar Warga Batang ( KBWB ) dan GEGANA KABUPATEN BATANG mengadakan acara SIDAR KBWB serta acara Lounching GEGANA KABUPATEN BATANG yang bertempat di Pantai Sigandu Batang.dalam program BHAKTI LINGKUNGAN.
yang diikuti oleh beberapa Komunitas di Batang seperti WAPRES,BISMAPALA,KOBRA,Ormas Oi,Grab,PSB,KFB,Mbc,Batang Berkebun,BMMC,FKPMB,Difabel,BCC.



Program Bhakti Lingkungan dengan membersihkan Sampah yang banyak berserakan di lokasi wisata Pantai Sigandu Batang.
dengan adanya acara Bersih pantai ini diharapkan  kedepan nya Pantai Sigandu bisa lebih bersih lagi dari sampah sampah yang berserakan,sehingga para pengunjung wisata pantai sigandu merasa lebih nyaman.


Semoga dengan acara ini bisa mempererat tali persaudaraan Komunitas yang ada di kota Batang
tak lupa kami ucapkan Terima kasih kepada temen temen netizen dari berbagai komunitas  yang sudah ikut berpatisipasi dalam acara tersebut,semoga selalu kompak dan guyub rukun bersama membangun kabupaten batang.
SALAM KBWB
WE CARE TO SHARE



16 April 2018

KOPDAR KOMUNITAS BATANG


KBWB menghadiri acara diskusi bareng dengan tema  "Membangun Batang melalui Komunitas"
Pemantik: Agus M Irkham- Pegiat Literasi Nasional asal Batang - Jawa Tengah 
dengan Poin yang dibahas " Refleksi perjalanan grup dan langkah kedepan " 
yang bertempat di  Mildclub Batang pada hari Minggu 15 April 2018.



WE CARE TO SHARE.....


30 March 2018

Sejarah Pantai Ujung Negoro Batang




Salah satu desa di kawasan Pantai Jawa. Lingkup wilayah Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, bernama “Ujung Negoro”. Nama desa yang khas ini, menggelitik bagi para peminat, pemeran dan sejarawan, guna mengetahui latar belakang sejarahnya.
Menurut keluarga R. Soenarjo, Ujung Negoro yang merupakan salah satu kawasan pemukiman dan pemerintahan ditingkat desa, mempunyai kaitan erat dengan perkembnagan Kabupaten Batang di Batang ini.
Di Pantai yang sekarang dikenal termasuk desa Ujung Negoro ini, dahulu di abad 17 yaitu masa awal berdirinya Kabupaten Batang, oleh sumber itu dituturkan, menjadi tempat berlabuhnya jung-jung atau perahu-perahu dari negeri Cina. Dan bermula bermangkalnya “Jung-jung saka Cina” dalam bahasa daerah yang berasal dari Negeri Cina. Akhirnya tempat tersebut disebut Ujung Negoro.
Bermangkalnya perahu-perahu besar dari Cina itu menurut sumber yang sama, tidak lain milik para perampokpimpinan Baurekso. Yang mengaku berkuasa di seputar kali “Lojahan” (Sambong – Kramat ) penguasa lokal tidak mau mengakui yang dipertuan Mataram Islam itu.
Menurut Bapak R. Soedibjo Giri Soerjaham Logo, dalam majalah “Gema Pembangunan” Edisi khusus babad Pekalongan, terbitan Pemda Pekalongan, Nomor 27 Pekalongan 10 Juli 1975, disebut “Sang Tunjang Mlaya” (Teratai putih yang melayang-layang) atau “sang Raja Uling kanting”.
Sedangkan menurut penuturan sementara penduduk, Drubekso yang mengakui “Penguasa” itu, disebut Uling, sebab ia dan kawan-kawannya ternyata tangguh dan ulet dalam upaya mempertahankan kawasan yang tidak sah itu. Sementara pendapat yang lain “Uling” tidak lain berasal dari bahasa Cina yaitu “Heling”.
Menurut keluarga R. Soenarjo, lebih lanjut menuturkan bahwa daerah kekuasaan “Heling” (Uling) atau Drubikso memanjang pantai Jawa, dan kawasan Gambiran (Pekalongan) sampai Alas Roban (Timur Batang), dari hilir sungai “Lojahan” dengan benteng rahasianya (Sademan dan secara sembunyi-sembunyi, sekarang menjadi nama kampung “Sademan” desa Klidang Lor. Terus meliputi daerah-daerah sekitar : Sambong, Kedung Cina, Kedung Ringin (di Kecamatan Batang) Jung Biru dan seputar wilayah gunung Tugel (Kecamatan Wonotunggal) kekuasaan Drubikso.
Kekuasaan Drubikso beakhir, akhirnya Drubikso bisa dikalahkan oleh jaka Bau (Bhaurekso) dengan dibantu oleh pasukan Mataram, Subah, Gringsing dan kawan-kawan seperjuangan yang lain. Sehingga akhirnya perahu-perahu dari daratan Cina tersebut, kini hanya tinggal kenangan sejarah, tidak mengakui lagi Ujung Negoro seperti apa yang terjadi pada jaman dahulu.

Wallaahu "Alam...

Sumber : http://alah-mboh-ah.blogspot.co.id/2016/05/mitos-pantai-batang-ujung-negoro.html

28 March 2018

Sumur Air Tawar di Pantai Celong Peninggalan Mbah Nurul Anom


Keindahan Pantai Celong yang terletak di Dukuh Plabuan, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi lengkap dengan keberadaan sebuah sumur yang airnya tawar. Padahal letak sumur tersebut hanya tiga meter dari bibir pantai.

Tak heran bila sumur peninggalan tokoh Islam, Mbah Nur Anam atau biasa disebut Mbah Nurul Anom oleh warga sekitar, itu kerap didatangi warga. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Nurul Huda
Sekilas tidak ada yang menonjol dari Sumur Trinilan tersebut. Warga setiap hari mengambil airnya untuk kebutuhan masak dan minum. Sumur tersebut menjadi istimewa karena airnya tawar. Padahal air sumur di rumah warga yang lokasinya lebih jauh dari pantai masih terasa asin. Sumur Trinilan selalu dijaga warga sekitar sehingga kualitas airnyanya masih terjaga.

TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO 
Selama ini lingkungan yang dekat dengan pantai identik dengan air asin, maka tidak dengan air sumur yang ada sebuah desa di Kabupaten Batang ini.
Tasyono, warga sekitar, Senin (14/7/2014), menceritakan, sumur tersebut merupakan peninggalan Mbah Nurul Anom. Mbah Nurul Anom lahir di Desa Geritan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada 1650 Masehi.
Ayahnya adalah Muhammad Nur atau Prabu Bahurekso yang garis keturunannya ke atas sampai kepada Sunan Ampel.
Selain warga, sumur tersebut juga kerap didatangi peziarah. Bahkan ada yang datang dari Semarang, Demak, Pati, Jepara, dan luar Jawa Tengah. Mereka mengambil air dari sumur tersebut karena diyakini membawa keberkahan.
Menurut Tasyono, sumur tersebut sudah ada sejak puluhan tahun. Airnya tidak pernah surut meski kemarau panjang.
Sumur tersebut juga merupakan satu-satunya sumber air di sekitar Pantai Celong.
Letak Pantai Celong yang jauh dari akses kendaraan umum menjadikan lokasi tersebut terlihat masih asri. Selain sumur tersebut, Pantai Celong juga dikenal dengan keindahan deburan ombaknya.
Para peziarah biasanya datang ke lokasi tersebut menggunakan kereta api. Ada kereta yang setiap hari berangkat dari Semarang, Weleri, dan Pekalongan. Lokasi sumur tersebut tak jauh dari Stasiun Plabuan.

Sumber : https://lifestyle.okezone.com/read/2014/07/14/427/1012477/sumur-air-tawar-di-pantai-celong-peninggalan-mbah-nurul-anom